Bullying is
Commonplace
Secara etimologi kata
bully berarti penggertak, orang yang mengganggu orang lemah. Sedangkan secara
terminology bully adalah sebuah hasrat untuk menyakiti, hasrat ini
diperlihatkan ke dalam sebuah aksi dan menyebabkan seseorang menderita. Aksi
ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau sekelompok yang lebih kuat,
tidak bertanggung jawab dan dilakukan dengan perasaan senang.
Manusia mendapatkan
karakter sesuai dengan proses sosial yang nantinya akan mempengaruhi
perilakunya. Sebagaimana kita ketahui tindakan bully itu sering terjadi antara
teman ke teman, senior ke junior, antar tetangga bahkan antar keluarga yang
menyebabkan tindakan bully tersebut menjadi lumrah dikalangan masyarakat
terutama dikalangan pelajar. Bully termasuk tindakan negatif yang sering
terjadi dimana saja. Korban bullying biasanya merupakan anak baru di suatu
lingkungan seperti di sekolah, anak yang miskin dan anak yang memiliki ciri
fisik yang berbeda dengan mayoritas anak lainnya.
Alasan terjadinya bullying
berasal dari keluarga yang bermasalah, seperti orang tua yang menghukum anaknya
secara berlebihan dan menyebabkan seorang anak menjadi stress. Sering kali
perilaku orang tua yang kasar akan dicopy oleh si anak dan dilakukan di luar
kepada temen-temannya. Selain dari keluarga, lingkungan sekolahpun menjadi
alasan terjadinya bullying. Berawal dari bercandaan antar temen sekolah yang
seringkali si pelaku tidak menyadari bahwa dirinya telah membully orang lain,
sudah tidak heran banyak orang yang memilih pindah kelas bahkan pindah sekolah
dengan alasan tidak nyaman dan ada rasa takut bertemu dengan si pelaku
pembully. Tayangan dari televisipun membentuk pola perilaku bullying dimana
orang yang menonton tanyangannya akan meniru adegan-adengannya baik itu tindakannya
ataupun perkataannya.
Karena telah menjadi
hal yang lumrah, sangatlah sulit untuk menghindari tindakan bully dimasyarakat.
Masyarakat yang telah menjadikan tindakan bully menjadi hal yang lumrah, tanpa
disadari bully-membully merupakan tindakan kejahatan. Lantas bagaimana cara
untuk menghindari tindakan bully? Berikanlah sikap yang baik kepada seorang
anak, jangan biarkan anak mengcopy tindakan yang buruk dari orang yang
dilihatnya dan berikanlah edukasi tentang bully dari usia dini sehingga nantinya
seorang anak akan paham bahayanya dari tindakan bully itu.
