Jumat, 03 Januari 2020

Body Shaming adalah Bullying Jenis Verbal, lho!


Body shaming adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif. Entah itu mengejek tubuh gendut, kurus, pendek, atau tinggi, sama seperti saat Anda melakukan bullying secara verbal.
Bukan cuma bikin minder, korban body shaming umumnya akan menarik diri dari keramaian untuk menenangkan diri. Menurut studi yang dimuat dalam Journal of Behavioral Medicine tahun 2015, ada banyak perubahan sikap yang akan terjadi, misalnya mudah tersinggung, pendiam, malas makan, hingga depresi. Sering kali tidak disadari, berikut ciri-ciri Anda melakukan body shaming adalah:
1.      Menganggap tubuhnya paling gemuk, padahal kenyataannya tidak

Anda mungkin secara tidak sadar sering membanding-bandingkan tubuh sendiri dengan orang lain. Sekurus apa pun wanita, biasanya ia akan selalu merasa paling gemuk di antara teman-temannya. Padahal, kenyataannya tubuhnya terbilang ideal. Menurut psikoterapis Karen R. Koenig, M.Ed, LCSW, komentar ini bisa jadi sangat menyakitkan bagi orang lain. Bila Anda melakukannya, hal ini dapat mempermalukan teman Anda yang berat badannya berlebih, lho!
2.      Menyuruh orang lain untuk olahraga
“Sudah coba olahraga zumba belum? Cobain, deh. Bisa bikin cepat kurus, lho!” Pernah mengatakan hal ini pada orang lain? Jika iya, berarti Anda baru saja mengejek fisik orang lain alias melakukan body shaming. Anda mungkin mengira bahwa Anda hanya sekadar memberikan informasi penting yang patut dicoba oleh orang lain. Padahal, bisa jadi teman Anda malah tersinggung dan menganggap Anda menyuruhnya olahraga karena tubuhnya gemuk.
3.      Senang membandingkan tubuh orang lain
Salah satu ciri Anda melakukan body shaming adalah menganggap tubuh sendiri paling ideal di antara teman-teman Anda. Eits, ini bukan berarti baik karena rasa percaya diri Anda sedang meningkat, tapi justru tanda body shaming yang harus dihindari. Secara tidak sadar, Anda sedang membandingkan tubuh diri sendiri dengan teman lain yang bertubuh gemuk atau kurus daripada Anda. Apalagi sampai menganggap diri Anda telah sukses menjalani hidup sehat, sedangkan yang lain tidak.
4.      Mengomentari makanan orang lain
“Kamu kok makan junk food? Junk food bikin gemuk, lho! Ganti sayur saja.” Bahkan, Anda juga mengatakan bahwa makanan tersebut mengandung tinggi kalori dan lemak yang bisa membuat berat badannya naik. Apalagi kalau Anda sampai menyuruhnya diet, hati-hati Anda baru saja melakukan body shaming terhadap teman Anda.

Rabu, 20 November 2019

Bullying is Commonplace


Bullying is Commonplace





        Secara etimologi kata bully berarti penggertak, orang yang mengganggu orang lemah. Sedangkan secara terminology bully adalah sebuah hasrat untuk menyakiti, hasrat ini diperlihatkan ke dalam sebuah aksi dan menyebabkan seseorang menderita. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau sekelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab dan dilakukan dengan perasaan senang.


Manusia mendapatkan karakter sesuai dengan proses sosial yang nantinya akan mempengaruhi perilakunya. Sebagaimana kita ketahui tindakan bully itu sering terjadi antara teman ke teman, senior ke junior, antar tetangga bahkan antar keluarga yang menyebabkan tindakan bully tersebut menjadi lumrah dikalangan masyarakat terutama dikalangan pelajar. Bully termasuk tindakan negatif yang sering terjadi dimana saja. Korban bullying biasanya merupakan anak baru di suatu lingkungan seperti di sekolah, anak yang miskin dan anak yang memiliki ciri fisik yang berbeda dengan mayoritas anak lainnya.

Alasan terjadinya bullying berasal dari keluarga yang bermasalah, seperti orang tua yang menghukum anaknya secara berlebihan dan menyebabkan seorang anak menjadi stress. Sering kali perilaku orang tua yang kasar akan dicopy oleh si anak dan dilakukan di luar kepada temen-temannya. Selain dari keluarga, lingkungan sekolahpun menjadi alasan terjadinya bullying. Berawal dari bercandaan antar temen sekolah yang seringkali si pelaku tidak menyadari bahwa dirinya telah membully orang lain, sudah tidak heran banyak orang yang memilih pindah kelas bahkan pindah sekolah dengan alasan tidak nyaman dan ada rasa takut bertemu dengan si pelaku pembully. Tayangan dari televisipun membentuk pola perilaku bullying dimana orang yang menonton tanyangannya akan meniru adegan-adengannya baik itu tindakannya ataupun perkataannya.

Karena telah menjadi hal yang lumrah, sangatlah sulit untuk menghindari tindakan bully dimasyarakat. Masyarakat yang telah menjadikan tindakan bully menjadi hal yang lumrah, tanpa disadari bully-membully merupakan tindakan kejahatan. Lantas bagaimana cara untuk menghindari tindakan bully? Berikanlah sikap yang baik kepada seorang anak, jangan biarkan anak mengcopy tindakan yang buruk dari orang yang dilihatnya dan berikanlah edukasi tentang bully dari usia dini sehingga nantinya seorang anak akan paham bahayanya dari tindakan bully itu.


Body Shaming adalah Bullying Jenis Verbal, lho!

Body shaming  adalah perilaku mengkritik atau mengomentari fisik atau tubuh diri sendiri maupun orang lain dengan cara yang negatif. Entah...